Halo juga,
“Test-pack” yang digunakan dan beredar di Indonesia biasanya sudah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah/Kementrian Kesehatan. “Test-pack” yang digunakan di Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya sekarang merupakan generasi ke-4 yang tingkat sensitivitas-nya mencapai 99 %.
Perlu diketahui bahwa “test-pack” ini adalah untuk mengetes ada tidaknya antibodi HIV didalam tubuh seseorang. Antibodi biasanya terbentuk 2 minggu sampai dengan 3 bulan setelah kita terpapar/terinfeksi virus HIV yang dikenal dengan periode jendela. Oleh karena itulah setiap tes HIV selalu disertai dengan proses konseling. Konselor akan membantu menginterpretasikan hasil kamu apakah hasil tes kamu benar benar negatif atau berada dalam periode jendela.
Seseorang didiagnosis HIV positif hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah saja tidak bisa dilihat dari fisiknya saja. HIV sekarang sudah ada obatnya, semakin cepat diketahui status HIV seseorang, semakin cepat diobati maka akan lebih baik. Jadi, beranikan dirimu untuk lakukan tes HIV lagi segera ya.
Salam,
Dr. Yogi


