MAGELANG, KOMPAS.com – Selama belasan tahun, Tommy Rendro Sukmono Hadhe (40), kecanduan narkoba. Dia kerap menggunakan jarum suntik untuk memasukkan barang haram itu ke tubuhnya.

Tidak peduli jarum suntik itu steril atau tidak, dia juga kerap bergantian dengan temannya sesama pemakai narkoba. Sampai akhirnya pada tahun 2006, Tommy divonis positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Hatinya hancur lebur. Dia merasa bahaya beragam penyakit sudah mengintai hidupnya, terutama Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

“Belasan tahun saya pakai narkoba dengan jarum suntik yang bergantian sampai akhirnya saya positive HIV, saya hancur saat itu,” ujar Tommy mengawali cerita, Selasa (1/12/2015)

Tak hanya dirinya yang merasa hancur, keluarganya pun sempat tak menerimanya. Namun Tommy kemudian sadar, apa yang terjadi pada dirinya harus berubah.

Dia beruntung bertemu dengan sebuah komunitas peduli HIV/AIDS di Bekasi yang begitu peduli mendampingi dirinya sebagai ODHA.

Keluarga Tommy juga ikut didampingi sampai akhirnya mereka kembali menerima keberadannya dengan kondisi terjangkit virus ‘mematikan’ itu.

“Ketika itu saya merasakan manfaat yang luar biasa dari adanya komunitas itu, saya dirangkul, diberi motivasi sampai saya bisa bangkit menata hidup saya lagi. Saya berhenti pakai narkoba yang sudah belasan tahun ‘menidurkan’ saya,” ujar pria kelahiran Jakarta, 14 Desember 1975 itu.

Tanggung jawab

Dari pengalaman yang didapatnya, Tommy terus belajar menghargai hidup meskipun sebagai ODHA. Dia pun memutuskan menikah dengan wanita pujaan hatinya, Neni Latief, sampai kemudian memiliki anak perempuan yang ia beri nama Kenayu (4).

“Saya memberanikan diri (menikah) karena pernikahan sebagai kontrol bagi diri. Saya harus bertanggung jawab dengan pernikahan saya,” ujar anak ketiga dari lima bersaudara itu.

“Termasuk bertanggung jawab terhadap anak saya. Saya berjuang bagaimana anak saya ini bisa lahir dengan selamat dan sehat. Saya tidak mau gambling, anak saya lahir di RS di Semarang yang memiliki alat lengkap dan anak saya sehat,” lanjutnya.

Pria yang kini tinggal di Dusun Kalitan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, itu lantas berniat untuk membentuk sebuah komunitas yang khusus memberikan dukungan kepada ODHA di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang.

Ide itu muncul dari pengalamannya saat tinggal di Bekasi dan pengalaman saat pertama pindah ke Magelang.

Kala itu, ia masih kesulitan mendapatkan obat antiretroviral (ARV). Padahal obat itu wajib diminum ODHA setiap hari seumur hidupnya.

Sekitar tahun 2009, Tommy bersama beberapa temannya sesama ODHA membentuk kelompok yang berbasis dukungan psikososial kepada ODHA di Magelang. Mereka intens mencari data dan menghimpun dukungan, baik dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk mendukung program-programnya.

Sampai pada tahun 2012, kelompok yang kemudian diberi nama Be Positive ini berkembang dari yang awalnya inklusif beranggotakan 5 orang ODHA menjadi eksklusif. Artinya, dari anggota yang semua ODHA kemudian terbuka untuk umum siapa pun yang peduli dan berkomitmen dengan penanggulangan HIV/AIDS boleh bergabung.

“Mau tidak mau harus membuka diri agar pihak lain, masyarakat dan pemerintah, juga dapat memberi kontribusi kepada ODHA. Sekarang ada 20 orang pengurus aktif, baik di Kota maupun Kabupaten Magelang,” paparnya.

Meskipun memang pendampingan sesama ODHA lebih nyaman karena keduanya sama-sama mempunyai pengalaman yang sama.

“Kami sudah mendampingi lebih dari 80 ODHA yang tersebar di Kota dan Kabupaten Magelang. Beberapa diantaranya balita, ibu rumah tangga, pekerja. Ada yang sudah meninggal taoi banyak juga yang tetap sehat dan meningkat kualitas hidupnya,” ungkapnya.

Adapun program yang dijalan Tommy bersama teman-temannya antara lain konseling, pelatihan tentang pengenalan HIV/AIDS hingga keterampilan.

Tommy mengungkapkan bahwa hal yang paling membanggakan selama perjalanan mendampingi ODHA adalah ketika keluarga ODHA yang awalnya menolak kemudian menerima kembali anggota keluarganya yang ODHA. Menurutnya, pendampingan terhadap keluarga ODHA juga lebih berat ketimbang terhadap ODHA sendiri.

“Peran keluarga itu penting karena merekalah yang paham atas kondisi ODHA, jadi keluarga juga butuh dikuatkan,” tandasnya.

Tolak diskriminasi

Meskipun sudah berjalan kurang lebih enam tahun, Tommy dan Be Positive masih merasa ada sistem yang diskriminatif terhadap ODHA, di antaranya ODHA masih kesulitan dalam mendapatkam pekerjaan baik swasta maupun di lingkungan pemerintahan. Lalu, ODHA juga tidak memiliki hak untuk dipilih dalam hal politik, padahal mereka diwajibkan untuk memilih dalam setiap pemilihan umum.

“Kiranya perlu ada perbaikan sistem, hapuslah syarat melamar pekerjaan harus bebas HIV/AIDS. Kami ODHA jiga bisa menyumbang tenaga dan pikiran untuk kemajuan negara dan perusahaan,” ulasnya.

Tommy memaparkan bahwa tantangan ke depan adalah ketersediaan obat ARV di Indonesia karena selama ini Indonesia masih mengandalkan bantuan mitra alias impor.

Tommy berharap ketergantungan Indonesia terhadap negara lain bisa dikurangi, sehingga pemerintah memproduksi obat secara mandiri.

“Kami berharap Indonesia ke depan memiliki komitmen untuk menanggulangi HIV/AIDS secara mandiri, apakah akan terua bergantung dengan mitra asing. Lalu kami juga ingin pemerintah menghapus sistem-sistem yang masih mendiskriminasikan ODHA,” ungkapnya.

Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Editor: Caroline Damanik

Sumber: kompas.com.

You may also like

57 Response Comments

  • Iman  12 March, 2016 at 10:07 am

    Apakah jika kita tets ..semua orang akan thu

    Reply
    • GueBisa  25 March, 2016 at 4:42 am

      Halo,
      Salah satu ketentuan yang harus dipatuhi oleh semua klinik (pemerintah & swasta) yang menyediakan layanan tes HIV adalah mereka harus bisa menjamin kerahasiaan klien sepenuhnya. Jadi jangan kuatir, karena hanya dokter dan konselor yang bertugas yang boleh mengetahui hasil tes HIV yang dilakukan.

      Salam,
      Gue Bisa

      Reply
  • rico  1 June, 2016 at 3:26 pm

    Bisa info komunitas odha jakarta gak.. di mana tempatnya.. sekalian sama LSM nya ya… tolong banget

    Reply
    • rico  1 June, 2016 at 3:29 pm

      Hub saya ya min 082128964559
      Saya pengin tau lebih jauh tentang HIv,dan saya juga takut dengan status saya ini.. apakah Positif apa negatif.. tolong min..

      Reply
      • GueBisa  8 June, 2016 at 6:49 pm

        Halo Rico,
        Untuk bisa mengetahui status HIV kamu, jalan satu-satunya adalah dengan melakukan tes HIV. Caranya bisa kamu simak di web gueberani.com
        Kalau ada pertanyaan khusus bisa kontak di nomer konseling kita disini ya: http://guebisa.org/curhat-berbagi-cerita-2/

        Salam,
        Gue Bisa

        Reply
      • jell  14 January, 2017 at 8:23 am

        Sy Py tmn lsm klo Kmu mau…Kmu bs ketemuin dia….

        Reply
    • GueBisa  8 June, 2016 at 6:45 pm

      Halo Rico,
      Info tentang komunitas ODHA di Jakarta bisa cek di link web kita ini ya:
      http://guebisa.org/teman-teman-gue/

      Bisa kontak konselor/buddies/support group yang ada di Jakarta.
      Salam,
      Gue Bisa

      Reply
  • Sila  14 August, 2016 at 3:33 pm

    Saya pasien hiv + baru, cerita di awali saat suami saya sakit gatal yg sdh jalan 3 bulan tidak sembuh2 setelah cek leb lengkap ternyata laju endap darahnya tinggi dan penyebab laju endap darah tinggi karena adanya firus dalam tubuh, saat itu saya dan suami penasaran dan coba cek hiv ternyata hasil tes di nyatakan suami saya positif hiv saat itu saya merasa terkejut dan ada rasa empati melihat suami. Kejadian ini terjadi pas bulan juli 2016 tepat ulang tahun perkawinan kami yg ke 6 tahun dan kami baru di karunia satu anak putri yang usianya baru tiga bulan dan kehadiran anak ini sungguh yg kami nantikan selama ini. Mengetahui suami positif hiv dokter menyarankan utk suami untuk cek cd4 dan saya juga di sarankan untuk cek hiv juga saat itu saya belum cek hiv cuma mengantar suami cek cd4 dan hasil cd4 suami bisa di ambil setelah lebaran di karenakan rumah sakit libur pada hari sabtu n minggu karena waktu itu 3 hari sebelum lebaran dan saya msh banyak tugas untuk menyiapkan keperluan mudik. Saat itu kondisi suami masih baik2 saja cuma yg di keluhkan mudah capek meskipun tidak melakukan aktifitas. Lebaran telah usai saya dan suami pergi ke rumah sakit utk ambil hasil cd4 ternyata hasil cd4 suami sy rendah sekali 35 dan saya pun cek leb dan tes darah sunggu bikin hati teriris mau nangis tapi saya tidak ingin terlihat terpuruk di depan suami saya juga di nyatakan hiv+ dg cd4 235 dan di sarankan untuk berhenti memberi asi esklusif terhadap buah hati saya. Rasanya hati pilu, sedih, sok, bercampur aduk dan lebih sedih lagi kata dokter kemungkinan baby kami yg lucu ini tertular juga krn ibu n ayahx hiv+. Suami juga sok dan merasa terpukul sdh menularkan hiv ini ke saya dan anakx kemungkinan. Maaf hanya itu ucapnya penyesalan tidak bisa mengembalikan keadaan seperti sedia kala.
    Hidup terus berjalan kini semua berubah total banyak sekali angan2 kami yg hrs terputus karena sakit ini. Keadaan suami semakin terpuruk dan hrs konsumsi arv sehari 2 kali pagi dan malam. Efek dari arv dg kondisi cd4 rendah sangatlah terasa suami merasa mual, muntah, pusing, panas dan tidak nafsu makan kini sdh berjln satu bulan lebih tapi ttp kondisinya tidak mau makan dan lemas sy yg selalu mencari cara agar asupan makanan ttp bisa masuk meskipun hanya 2 sendok sekarang dia hanya bisa konsumsi bubur halus itupun cuma 2 sendok, siang sy ksh pisang itupun cuma secuil, juice alpukat itu juga cuma seteguk. Air mineral dia muntah setiap hari sy merawat dia dr mulai menyeka, nyiapi. Pispot klu mau kencing karena aktifitas suami ssh berhenti total yg ada dia hanya bisa tidur sj karena lemas. Sampai kapan semua ini berakhir…..apakah ini efek dri konsumsi arv sehingga tidak nafsu makan dan lemas spti ini….

    Sedangkan saya juga positif hiv dan waktu cek leb dan ronsen sy di nyatakan ada tb krn hsil ronsen ada bercak2nya di paru, kok bisa ya….padahal sy bukan perokok, udara sirkulasi dan lingkungan rumah pun bersih.
    Tapi sy tidak mengalami keluhan batuk ataupun batuk darah dll cuma kadang ada nyeri di dada klu kecapean itu saja. Cek di cek baik cek dahak utk hsil pertama negatif tapi cek dahak yg ke tiga positif hasilnya dan sy di sarankan untuk terapi obat tbc di beri (rifampisin, isoniazid, pyrazinamide, ethambutol) yg hrs sy konsumsi setiap hari selama 2 bulan sekali minum langsung 3 pil nanti setelah 2 bulan di lihat hasilnya ada kemajuan spti apa dan di lanjut terapi sampai 6 bulan atau sampai sembuh. Efek obat ini pun tak kalah hebat dr arv kata dokternya, saat konsumsi obat tb di hari pertama biasa sj baru hari kedua ada rasa gatal dan kecing warnax merah kata dokter itu wajar dan tetap di minum obatx hufffffff semangat apapun efekx di jalani karena saya ingin sembuh dan hidup normal.
    Dua bulan lagi saya baru di kasih terapi arv di lihat perkembangan sakit tb saya dlu itu kata dokternya biar dokter bisa pantau efek satu persatu dan tindakan apa yg perlu di berikan.

    Saya nurut saja apa kata dokter, beliau pasti tau yg terbaik buat saya

    Kini anak saya tidak tinggal lagi satu rumah dg saya, biar tidak tertular tb sy, takutx sy pas bersin atau bicara ada percikan ludah yg kena baby. Baby di rawat olah saudara saya kebetulan saudara saya menerima dan tau kondisi sy serta suami kena hiv+. Keluarga sy untungx mendukung dan merangkul kami meskipun tempat tinggal kami bedah kota tapi saudara dua minggu sekali main ke rumah kami dan mensupport kami.
    Baby sy juga menjalani terapi dg di beri cotri oleh dokter sampai usia 18 bulan baru bisa di cek hivnya positif atau negatif. Semoga saja nanti hasilnya negatif my angelx bunda.

    Kini di rmh cuma ada saya dan suami yg lemas tidak berdaya di tempat tidur sambil berusaha bangkit ingin sembuh dan pembantu yg setia di suruh ini itu dan kadang menemani saya ke rmh sakit ambil resep obat tb dan obat arv buat suami saya.

    Tuhan kuatkan saya agar tetap bisa kuat dan sehat agar bisa merawat suami yg sedang sakit, semua ini cobaan dan harus tetap di jalani apapun yg terjadi.

    Buat tmn2 yg odha dan mengalami hal yg terpuruk sprti suami sy dan merasakan keluhan susah menelan dan perut rasanya mual muntah menolak di masukin makanan di kasih apa ya…..
    Tolong info dan dukunganx donk
    Oh ya kmi tergolong baru disini karena baru mengetahui hiv bulan juli 2016 banyak hal yg tidak kami ketahui hal apa yg harus di lakukan dan jujur butuh dukungan dan support tmn2 semua.

    Reply
    • aldi  14 October, 2016 at 1:21 pm

      sangat terharu saya membacanya, info yang saya berikan ini hanya info yang saya teruskan dari dokter yang dab pasien odha yang terus mensuport saya, semoga membantu.
      sebelum saya diberikan obat ARV oleh dokter saya, saya diberikan obat untuk menaikan cd4 dulu tanpa meminum arv, setelah 2 minggu dan di tes cd4 cukup tinggi maka dokter memberikan saya obat arv itu. menurut saya suami mba begitu lemah karena cd4nya yang belum membaik total, sementara saya tidak akan diberikan obat arv sebelum cd4 naik dan bagus. karna efek arv itu tergantung imun yang ada didalam tubuh kita, semakin baik/tinggi cd4 kita maka efek arv semakin kecil dan berangsur normal tanpa efek.
      saran saya cari dokter lain yang bisa dan mensuport penuh akan hal ini, bukan berarti saya mengatakan dokter yang skrg itu kurang bagus loh ya..
      semoga dapat membantu mba ya, sehat selalu

      Reply
      • frans  6 February, 2017 at 10:19 pm

        @aldy
        bro, kapan dinyatakan positiv?

        Reply
      • ronald  8 April, 2017 at 12:08 am

        Kalau boleh saya tahu apakah obat yang dapat menaikan CD4 itu ? Karena saya setelah divonis HIV Positive, oleh dokter saya, hanya diminta untuk terapi ARV dengan obat Artipla. Virus memang berkurang 38 mm/ namun CD4 saya sangat rendah yaitu 151. Apa mungkin CD4 saya bisa dinaikan kembali??? Saya mohon info’nya. karena saya sangat stress memikirkan ini

        Reply
        • GueBisa Admin  11 April, 2017 at 9:15 am

          Hai Ronald,

          sebenarnya tidak ada obat khusus utuk menaikan jumlah CD4 dalam tubuh akan tetapi hanya dengan konsumsi ARV dengan benar dan dilihat kepatuhan minum obatnya dan tidak stres maka akan naik dengan sendirinya tapi tidak langsung naik secara besar, untuk masalah CD4 bagi yang sudah melakukan terapi Arv tidak terlalu difokuskan karena apabila yang sudah terapi ARV fokus kepada jumlah virusnya. Jadi jangan terlalu memikirkan bagiamana cara Gue bisa menaikan jumlah CD4 biar cepat naik pesat, kuncinya pola hidup sehat, tidaur yang cukup dan tidak stress. Untuk lebih jelasnya bisa dikonsultasikan dengan dokternya ya. semangat terus utuk terapinya.

          salam,
          Guebisa

          Reply
        • De i  28 January, 2018 at 10:11 pm

          Hi ronald… Saat saya test hiv saya sama sekali sehat tidak menunjukkan gejala sakit. Saya aktif olahraga dan jarang sakit. Tetapi suatu hari saya tes hiv hasilnya saya positiv hiv. Cd4 saya 402 pada saat itu, peradaan saya tentu sedih. Tetapi, hidup trtap harus kita perjuangkan… Pertama x saya makan pil atripla, saya muntah tetapi skrg sudah dua tahun saya minum pil it fan konsisten.. Sekarang saya sehat.. Anggap pil it sbagai gizi tambahan kita. Berfikir positiv it perlu. Intinya setelah kita trapi arv kita hars ttp ikuti pola hidup sehat. Dan untuk menaikkan cd4 bisa dari pola hidup yg sehat juga. Ttp smngt ya

          Reply
      • Ed  19 December, 2018 at 9:20 pm

        Mba ada kontak email yg bisa buat sharing dg kasus yg sama sy alami.

        Reply
    • Ina  6 January, 2018 at 2:05 am

      Terharu sekli..kisahnya sama sperti yg sy alami skrang ini…bner2 terpuruk..hancur..hidup deakn gk berguna lg..?

      Reply
      • GueBisa Admin  8 January, 2018 at 3:02 pm

        semangat buat kita semua, banyak konsultasi dengan dokter untuk kedepannya harus bagaimana. semangat untuk sehat supaya hidup lebih baik dan bermanfaat minimal untuk diri sendiri.

        salam,
        guebisa

        Reply
      • tiwy  17 April, 2018 at 10:26 am

        hai ina blh sharing kah?

        Reply
  • Ari s  16 August, 2016 at 10:40 am

    Saya ari.33 tahun, awalnya sy tidak tau apa apa tentang hiv, sampai ketika sy harus mcu karna tuntutan dari perusahaan saya bekerja , hasil mcu dr lab darah menunjukan saya kena spilis atau tpha, dan harus berobat ke dokter spesialis kelamin dan kulit, dr dokter spesialis tsb sy dirujuk untuk tes lab di prodia, sesampai nya di prodia tiba tiba terbesit pikiran saya untuk cek up keseluruhan termasuk tes hiv, jujur rasanya seperti seluruh hdp saya hancur ketika kondisi sy masih di tengah laut..dan dapat kabar dr dokter spesialis tsb, saya positive hiv. Sy bingung ,nangis, harus bertanya ke siapa..sementara sy belum bisa ke darat , sy hanya mendapat saran untuk bertemu dengan dokter di rs awa samarinda, tapi kondisi saya sekarang yg saya butuhkan ditengah laut seperti ini ada orang yg bisa sy ajak ngobrol ,ajak sharing, yh bisa saya ajak bertanya…..tolong bantu saya…

    Reply
    • Davi GWL  18 August, 2016 at 10:44 am

      Hallo Ari

      Silahkan klik kolom teman-teman Gue disini ya http://guebisa.org/teman-teman-gue/

      Dengan senang hati, Guebisa.org untuk menjadi teman bercerita kamu.

      Salam,
      Gue Bisa

      Reply
    • jell  14 January, 2017 at 8:18 am

      Sabar ari kamu opsti Bisa…..

      Reply
  • rico  8 September, 2016 at 4:15 pm

    Min bisa minta nomer nya mba sila yang cerita di atas.. rq

    Reply
  • Tty  3 March, 2017 at 11:50 pm

    Mb Sila crita nya sama dg saya, waktu suami pertama saya. Tapi sampai meninggalnya saya ga tau dia sakit apa, itu tahun 2012. Yup.. Skrg saya sudah menikah lagi, 2016 saya dinyatakan positif. Mesti kuat dan sehat. Alhamdulillah 2 th pernikahan kami, suami negatif.

    Reply
    • GueBisa Admin  6 March, 2017 at 9:39 am

      Hai Tty,

      pertahankan ya supaya suaminya agar negatif, semangat buat terapinya

      salam
      Guebisa

      Reply
    • Marina  12 September, 2017 at 8:15 am

      Boleh saya tau no hp mbak yg suaminya meninggal dsn skrng dia udh kawin lagi itu..? Sblmya thk ya

      Reply
      • GueBisa Admin  12 September, 2017 at 1:42 pm

        Met siang mbak Marina, untuk nomor tlp istrinya mas Tommy (alm.) saya kurang tahu mbak, nanti saya carikan nomor KDS dimana dia aktif. Terima kasih

        salam,

        Guebisa

        Reply
  • dika kinoy  16 March, 2017 at 3:41 pm

    Saya mau tanya,untuk komunitas ODHA d medan dmn ya?saya baru cek HIV dan hasil ny positive.Saya butuh orang yg bisa support saya dan teman saya.Jika ada tolong di email ke saya

    Reply
  • JasoN  3 April, 2017 at 7:50 pm

    Ayu kita pasti bisa
    Semangat semuanya

    Reply
  • nara  24 June, 2017 at 1:47 pm

    aku da pasrah dengan semua nya ini tapi aku blm bisa terbuka saat ini dulu nya aku seseorng yang ceria terbuka muda bergaul dan sebagainya setelah semuanya terjadi aku menjadi 180 terbalik prilaku mudah emosi dan ngak percaya sama orng lain atas kondisi yang aku hadapi ini teman teman yang gay aku juahi aku terpuruk dan harus g mana lagi hanya dunia sosial media inilah t4 aku curhat dan cari teman sesama hiv jika betemu aku masi ragu akan status ku saat ini rambut sama hitam dan hati tidak bisa di tebak . jika da teman yang aktif dunia sosial media bisa cari aku di rahmadsanjaya23@gmail.com fb ku mau berteman dengan orng sesama b20

    Reply
  • Michael  15 July, 2017 at 12:25 am

    Sayaa Michael

    Mau tanya mendadak sebulan lalu saya kecapean Dan panas setelah itu saya mulai batuk berdahak..
    Dan kemaren mendadak saya lemas dan Dada sayaa sakit…
    Dan setelah seminggu panas saya mulai keluar bercak merah…
    Kyk digigit nyamuk tpi ada juga yang gatal.
    Sampai Sekarang badan saya sering ngilu dan lelah
    Apakah itu gejala HIV..?

    Terina kasih

    Reply
    • GueBisa Admin  17 July, 2017 at 10:20 am

      Hai Michael,

      Terima kasih sudah bertanya, gue coba menjawab pertanyaan loe ya akan tetapi gue mau nanya terlebih dahulu sama “apakah loe pernah atau sering melakukan seks yang berisiko contohnya melakukan hubungan seks tidak memakai kondom?” (jawab dalam hati saja yes). HIV tidak bisa dikira-kira dengan hanya dilihat gejala akan tetapi untuk memastikannya Loe bisa melakukan tes HIV dilayanan kesehatan terdekat dan untuk informasi terkait apakah gue terinfeksi HIV, loe bisa baca lagi di http://guebisa.org/apa-gejala-saya-terinfeksi-hiv/. semoga membantu

      salam,
      Guebisa

      Reply
  • Ino  27 August, 2017 at 8:16 pm

    Bangga baca baca cerita kalian.

    Saya baru tahu saya HIV sejak 1 bulan lalu dan saya kena HIV dan TB, Lambung, Jamur dimulut, Batu batu di empedu saya dan saya sudah terapi selama 14 hari

    HIV bagi kebanyakan orang adalah suatu hukuman yang sangat berat (Konsekuensi) tapi bukan buat buat saya.

    HIV adalah berkat terbesar yang Tuhan ijinkan sampai kepada saya.
    Hanya HIVlah yang bisa MENSTOP saya Sabu sabu dan Dunia malam.

    Reply
    • Christian leo  16 December, 2017 at 10:54 pm

      Sepakat bro. Jangan berhenti dunia karena HIV. Tetap semangat dan banyak doa. Tuhan berkati

      Reply
  • Ino  27 August, 2017 at 8:21 pm

    Bangga baca baca cerita kalian.

    Saya baru tahu saya HIV sejak 1 bulan lalu dan saya kena HIV dan TB, Lambung, Jamur dimulut, Batu batu di empedu saya dan saya baru terapi ARV selama 14 hari.

    HIV bagi kebanyakan orang adalah suatu hukuman yang sangat berat (Konsekuensi) tapi bukan buat buat saya.

    HIV adalah berkat terbesar yang Tuhan ijinkan sampai kepada saya.
    Hanya HIVlah yang bisa MENSTOP saya dari Sabu sabu dan Dunia malam.

    HIV MOTIVATOR saya
    ARV SAHABAT saya
    membuka panti asuhan khusus arv adalah CITA CITA SAYA.

    Ino.

    Reply
  • Afan  15 September, 2017 at 8:46 am

    Hi saya mau tanya lsm buat odha dsbya..please..i need some support

    Reply
    • GueBisa Admin  15 September, 2017 at 9:40 am

      hai Afan,

      untuk Kelompok Dukungan Sebaya daerah Surabaya loe bisa liat di http://guebisa.org/teman-teman-gue/surabaya/#1490743968030-37161998-247551f2-c1c7

      Nama KDS: Recoffeen 1,2,3
      Alamat Sekretariat KDS: d/a PKM Perak Timur. Jalan Jakarta No. 9 Surabaya
      Jumlah Anggota: 45 orang
      Kontak: Bu Kus (Telp.0817592316); Sam (Telp.081234522290)
      WA: 0817592316 (Bu Kus) / 081234522290 (Sam); BBM: 7eb3ea2b
      Email: samslamet@gmail.com

      Nama KDS: HCS
      Alamat Sekretariat KDS: d/a PKM Kedungdoro. Jalan Kaliasin Pompa
      Jumlah Anggota: 22 orang
      Kontak: Slamet Imam Safi’i (Telp.083830995117)
      BBM: 549bf9a8 (Imel)
      Email: pii_2016@yahoo.co.id

      Nama KDS: Cahaya Bersinar
      Alamat Sekretariat KDS: d/a PKM Putat Jaya. Jalan Kupang Gunung Barat VI/25 Surabaya
      Jumlah Anggota: 15 orang (Remaja)
      Kontak: Rizky (Telp.081336589070)
      BBM: 529bb26f
      Email: rizkysyam@yahoo.com

      Reply
  • Riki  13 March, 2018 at 1:01 am

    Saya sudah 6 bulan terapi arv,berat badan saya dari 52 skrg 57 nafsu makan saya sekarang sangat tinggi,cd4 saya cuma 26 sewaktu bulan 11 lalu saya tes dan skrg saya belum tes lagi,saat saya konsultasi ke dokter katanya sih ini peningkatan yg bagus tpi di bagian punggung dan lengan saya gatal2 dan bintik2 merah,saya gk bisa terllu bnyak nnya sma dokternya,soalnya dokter yg menangani saya orang nya cuek dan sedikit agak galak?.
    Pertanyaan saya,dengan 6 bulan saya sdh terapi arv dan berat badan saya hanya naik 5 kilo apa itu menunjuk kan bahwa obat arv saya berfungsi dengan baik?

    Reply
    • guebisa 19  12 June, 2019 at 4:00 pm

      yang sudah kamu lalui semuanya hebat, dan selamat yaa karena sudah melewati masa masa sulit dengan baik, kenaikan 5 kilogram dengan waktu 6 bulan itu adalah peningkatan yang sangat bagus, teruskan kepatuhan yaa

      Reply
  • sri  16 April, 2018 at 4:23 pm

    Seminggu yg lalu adik sy dinyatakan positif HIV,setlh dirawat bbrp hr di RS,dan oleh dokter dianjurkan untuk mengikuti tes hiv krn hasil lab yg mengindikasikan ke arah itu.lalu,stlh hasilnya tau,saat ini bkn cm fisik dia yg sakit.tp psikis dia lbih sakit.dia bilang..dia pengen semuanya cpt berakhir.krn dia merasa segalanya sdh hancur.kerjaan dia,hidup dia…dan nm baik kluarga.sy sbgai kk,walaupun tdk tau apa yg hrs dilakukan,ttp berusaha mensupport dia dan tak henti2 nya menasehati dia untuk sllu mendekatkan diri kpd yg maha Kuasa.tp sampai saat ini,adik sy itu blm mendapatkan terapi apapun dr RS krn terkendala dgn mslh bpjs.Mohon saran..apa yg bisa sy lakukan saat ini???

    Reply
    • guebisa 19  12 June, 2019 at 3:58 pm

      turut prihatin semoga cepat berlalu dan segera pulih sakitnya. lebih baik terus komunikasikan dengan dokter yang merawat, dan jika ingin bergabung dengan kelompok dukungan sebaya pengidap HIV silakan hubungi nomer berikut, 081296759913

      Reply
  • tiwy  16 April, 2018 at 6:35 pm

    hai sy udh sekitar hampir 1 thn mengidap hiv,smpe hr ini baru besok sy akan consume arv, krn sy takut akan efek2 yg timbul, dok bnyk yg sll blg bahwa efek itu smntara dan g smua ada efek nya, tp sy yakin itu smua hanya penyemangat saja, tidak ada yg tau sy kena hiv selain pcr saya 9bln ini, dia justu dr awal knl yg paksa sy utk check kesehatan, krn sy ada pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan kepala. tp alhamdulilah nya stlh tau sy positif dia tdk meninggalkan sy, dia support moril dan materil utk sy, smpe bln ini ketika sy memutuskan utk consume arv sy putus dgn pcr sy ini, dunia rasanya mau kiamat krn cm dia satu2nya support hidup sy, keluarga sy tdk ada yg tau krn sy g mau ada respon buruk lg yg mlh bikin bdn sy tmbh drop. skrg mungkin sy makin drop krn sy merasa sndiri, selain sy jd batal nikah di bln ini, sy jg harus menerima mimpi buruk kl sy akan melalui smua ini sndirian. sy bingung harus minta support dr siapa skrg.. liat ms dpn aja sy gk berani krn blm tentu sy akan temukan laki2 yg bs menerima keadaan sy skrg. sy cm bth teman utk bs membantu sy bangkit lg

    Reply
    • guebisa 19  12 June, 2019 at 3:55 pm

      Halo kawan,
      Turut prihatin semangat terus yaa kawan, silakan hubungi 081296759913 untuk bergabung dengan kelompok dukungan sebaya pengidap HIV.

      Reply
  • Jimmy  12 May, 2018 at 11:48 am

    Om, utk di jkt barat dimana sy bisa cek hiv? Terima kasih

    Reply
    • guebisa 19  12 June, 2019 at 3:53 pm

      banyak banget, puskesmas tambora, pukesmas kebon jeruk, gropet, kalideres dll

      Reply
  • Andi  27 August, 2018 at 4:43 pm

    Saya mau bertanya dok/admin, begini saya seorang perawat yang tdk pernah berhubungan badan baik sma perempuan maupun laki2, ciuman pun tdk prnah, narkoba jga tdk prnh, bahkan melihat langsung yg namanya narkoba pun jga tdk prnh, tpi sbagai seorang perawat sya sering kali tertusuk jarum jahit saat menindaki pasien kecelakaan dll, apakah saya ini beresiko terkena hiv ? Sya bertanya bgini krn dlm 1 bulan terakhir ini sya sering browsing tntng hiv dan tanda2 nya beberapa ada sma sya seperti demam, menggigil,sariawan,mudah lelah,muncul bintik2 kecil walau tdk trlalu banyak dan tdk gatal,dada sakit jika melakukan pekerjaan yg berat,nafsu makan menurun krn merasa cemas tntang hiv,lidah sedikit putih tpi cma bagian atasnya,kulit sering terasa ada yg menusuk, apakah menurut dokter/admin sya hiv krn sya blum berani periksa.

    Reply
    • guebisa 19  12 June, 2019 at 3:52 pm

      Kasus HIV pada kecelakaan kerja tenaga kesehatan melalui jarum suntik adalah 3:1000 , itupun jarum suntik bukan jarum jahit. namun, seharusnya ada tatalaksana kecelakan kerja disetiap layanan kesehatan, akan diberikan profilaksis pasca pajanan semacam ini. jadi, sebaiknya kami sarankan anda melakukan tes HIV.

      Reply
  • toni  28 September, 2018 at 7:51 am

    sy mau tanya… kurang lebih 2thn yg lalu sy ml tanpa pengaman dgn wanita lain. beberapa minggu ini sy merasakan hal2 yg sama spt yg telah sy baca ttg hiv. yg sy rasakan lemas dan ingin tidur. malas beraktifitas. tidur malam sy suka terbangun dan tidak bisa tidur lg. pagi hari sy kedinganan spt meriang. istri sy sakit spt gejala flu. badan sakit semua dan sakit ditenggorakan. haid tdk teratur. berat badannya turun. sy strees sekali. kl sy terinfeksi hiv. sdh ditahap apa? mohon penjelasannya. tq

    Reply
    • guebisa 19  12 June, 2019 at 3:47 pm

      Kami sarankan anda melakukan tes HIV, karena HIV hanya bisa diketahui melalui tes hIV, jangan berasumsi jika jika nanti malah kamu stres sendiri.

      Reply
  • Irma  20 April, 2019 at 9:58 pm

    Hai, saya punya teman ODHA dan dia tidak punya sanak keluarga yang mengurus. Pada waktu di RS ataupun sudah keluar dari RS tapi kondisinya masih lemah, kami, teman2nya bergantian mengurus. Namun karena dia belum bisa hidup disiplin, kami terpikir utk mengirimnya tinggal di shelter. Adakah teman2 di sini yg bisa memberikan info shelter khusus ODHA di Sby dan sekitarnya?

    Reply
    • guebisa 19  28 May, 2019 at 7:19 pm

      Perawatan odhiv terbaik adalah dirumah bersama keluarga dan teman teman. namun jika ingin masuk ke shelter kami coba carikan informasinya dulu yaa. boleh tau surabayanya di kota atau dimananya..??

      Reply
  • Citra  13 July, 2019 at 1:50 pm

    Halo nama saya Citra. Saya terkesan dengan pengalaman kalian. Saya jadi teringat dengan kehidupan saya. Berawal dari tahun 2013. Saya bertemu dan kenalan dengan seorang pengacara berumur 45 th. Waktu itu saat di acara wisuda kakak saya. Awalnya dia mengajak saya ngobrol. Dia juga sedang menemani keponakannya yg sedang wisuda. Lalu dia memberikan kepada saya kartu namanya. Dia meminta saya untuk menghubunginya. Saya dgn dia sering ngobrol lewat SMS dan akhirnya kita janjian untuk ketemu. Pertemuan pertama dan kedua saya hanya diajak makan oleh dia. Saat pertemuan ke tiga setelah makan dia mengajak saya untuk ikut pulang bareng dengan menggunakan Mobilnya. Saya berkali2 menolak ajakannya namun dia memaksa dan akhirnya saya ikut pulang bareng dengan dia. Tetapi di hati kecil saya merasa takut dan was was,seperti ada sesuatu hal buruk terjadi Kepada saya. Saat di tengah perjalanan pulang saya mendapatkan pelecehan seksual darinya. Saya berusaha memberontak namun tenaganya sangat kuat hingga saya tidak bisa berbuat apa2. Setelah itu dia tidak langsung mengantarkan saya pulang ke rumah namun saya dibawa ke sebuah restoran yg di sampingnya ada hotel. Dia mengajak saya makan Lagi. Setelah makan saya mau pamit pulang, dia tiba-tiba pergi ke luar menuju ke hotel. Saya tidak tahu apa yang akan di lakukan nya. Setibanya dia kembali ke restoran, dia mengajak saya untuk ke hotel. Saya bertanya kepada dia untuk apa ke hotel. Dia beralasan ingin istirahat dan ngobrol lebih dalam dgn saya. Saya pikir dia ingin ngobrolnya di lobby hotel, ya saya ikut dia. Namun ternyata saya dibawa ke kamar hotel. Di kamar dia menjanjikan untuk menikahi saya tapi saya harus berhubungan sex dengan dia. Saya menolak, karena saya menolak dia berusaha memperkosa saya tetapi tidak bisa karena saya memberontak. Namun dia sempat melontarkan kata2 ” suatu hari nanti kamu yg akan datang sendiri kepada ku”. Waktu itu saya tidak mempedulikannya, saya menangis dan merasa sangat ketakutan. Dia mengantarkan saya pulang tapi saya diturunkan di tengah jalan. Beberapa minggu kemudian saya selalu memikirkannya dan merasa ingin melakukan sex dengan dia. Entah dengan cara apa dia sehingga saya selalu memikirkannya. Karena perasaan itu tidak tertahan, saya menghubunginya untuk ketemuan, lalu kami melakukan ml tanpa kondom. Setelah beberapa kali melakukan ml dalam 1 tahun, saya mulai merasakan demam, meriang, sariawan, sesak nafas, flu, batuk, seluruh sendi dan tulang berasa ngilu, keringat banyak di malam hari, dan berasa sangat cape dan lelah, padahal tidak melakukan kegiatan yg berat, beberapa hari kemudian ada benjolan sebesar dua ruas Jari telunjuk yg berisi cairan seperti cacar air dengan tinggi 0,5cm di selangkangan kanan dan kiri. Benjolan tersebut berasa sakit. Saya konsultasi kepada teman saya yg dokter, dia berkata dari gejala dan ada benjolan saya terkena pembengkakkan kelenjar getah bening. Saya waktu itu masih belum mengerti lalu saya cari information di internet, sungguh saya shock saat membaca beberapa article tentang penyakit benjolan yg terjadi akibat pembengkakkan kelenjar getah bening. Itu salah satu ciri ciri gejala HIV. Dan saya cerita kepada pengacara itu (yg sudah jadi pacar saya) kalau saya terkena penyakit kelenjar getah bening. Saya menagih janjinya untuk bertanggung jawab dan menikahi saya. Tetapi dia mengelak dan berdalih bahwa saya telah berhubungan sex dengan banyak Pria disaat yg sama. Sama saja dia menganggap saya sebagai pelacur atau ayam kampus karena saya masih kuliah. Padahal saya hanya melakukan ml dengan dia saja. Setelah saat itu dia sulit dihubungi nomor teleponnya tidak pernah aktif, beasiswa saya dicabut, nilai saya anjlok, ada konflik di dalam keluarga saya. Waktu itu saya merasa hancur hidup saya. Benjolan di selangkangan saya pecah karena sering tergesek kain celana. Saya sampai saat ini lebih mudah lelah dan cape Bila melakukan kegiatan sehari-hari. Waktu itu saya tidak tahu dimana tempat untuk konsultasi dan tes hiv yg gratis di bekasi. Jadi sampai saat ini saya belum tes hiv.

    Reply
    • guebisa 19  15 July, 2019 at 11:29 am

      Halo ka ,
      Kami turut prihatin, gausah terlalu khawatir karena gejala tersebut tidak selalu karena HIV, lebih baik segera lakukan tes HIV, di Bekasi sudah banyak layanan HIV, PKM rawa tembaga, PKM rawa lumbu, RSUD dll silakan pilih yang terdekat atau ternyaman.
      Semoga hasilnya baik yaa ka

      Reply
    • Ari  21 August, 2019 at 10:11 am

      Maf untuk informasi cek HIV di kab Bekasi dimna ya . Mohon informasinya yang geratis dalam obat ARV. Saya pada bulan yang lalu di nyatakan GO saya ingin mengecek total dalam tubuh saya . Karna pada bulan lalu saya ke rsud di kasih kartu suruh ke puskesmas kab bekasi yg ada vct’nya mohon jawabanya ya

      Reply
      • guebisa 19  24 September, 2019 at 12:07 pm

        Halo Ka,

        Kamu bisa ke puskesmas rawa lumbu dan puskesmas rawa tembaga untuk mendapatkan akses layanan HIV.

        Salam
        Admin

        Reply
  • Citra  13 July, 2019 at 1:55 pm

    Dari pengalaman saya apakah saya termasuk gejala hiv?
    Dimana tempat untuk konsultasi dan tes hiv gratis di daerah bekasi?
    Karena saya tinggal di daerah jati asih.
    Mohon bantuannya.
    Terima kasih.

    Reply
    • guebisa 19  15 July, 2019 at 11:23 am

      halo ka,
      Silakan mendatangi puskesmas rawa lumbu, puskesmas rawa tembaga, RSUD bekasi.
      Saat ini di bekasi sudah banyak banget layanan HIV

      Reply
  • Ari  21 August, 2019 at 10:13 am

    Dan saya sudah hubungi kontak admin tidak aktif di websaite ini

    Reply
  • Aan  3 September, 2019 at 4:14 pm

    Semoga Kamu bahagia di Surga Mas Tommy. Semua teman-temanmu akan selalu mengenangmu dan tetap berjuang di Magelang dalam pencegahan HIV-AIDS di kalangan TG dan Waria.

    Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.