Halo,
Selamat Tahun Baru 2016!
Hampir semua mengalami rasa takut ketika berpikir tentang tes HIV, meskipun derajat ketakutannya berbeda-beda. Namun, sampai saat ini test HIV adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kita terinfeksi HIV atau tidak.
Terkadang karena takut, kita kemudian menunda tes. Padahal, menunda tidak akan mengubah status HIV kita, baik negatif atau positif. Tes HIV, apapun hasilnya, akan memberikan kita keuntungan. Jika hasil tes negatif, kita mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana agar kita dapat terus negatif atau tidak terinfeksi. Sementara jika kita telah positif HIV, maka kita dapat memulai rangkaian perawatan serta pengobatan yang akan meningkatkan kualitas hidup.
Saat ini sudah ada obat ARV (anti retro virus, retro virus adalah jenis virus HIV) yang dapat menekan jumlah virus sehingga virus dalam tubuh orang yang terifeksi (yang meminum obat ARV secara teratur) menjadi terkendali dan tidak mengganggu daya tahan tubuh.
Jika pasangan kamu mempunyai gejala yang sama, mengapa tidak saling menguatkan untuk tes bersama? Dengan demikian, sejak awal dapat dibuat perencanaan bersama tentang apa yang akan dilakukan jika keduanya negatif; keduanya positif; atau salah satu positif.
Perencanaan pengurangan risiko dapat dibuat bersama untuk masa yang akan datang. Keterbukaan dan dukungan pasangan juga dapat menjadi faktor pendukung mengurangi rasa takut. Masih galau? Cobalah bicara pada orang yang pernah menjalani tes HIV dan atau orang yang hidup dengan HIV. Ada pengalaman-pengalaman mereka yang mungkin dapat kita gunakan atau adaptasi untuk diri kita dan pasangan kita.
Jadi, tes HIV segera dan ajak pasangan kamu juga ya!
Salam,
Dr. Asti


