Kematian akibat AIDS telah menurun tajam sejak munculnya ARV (Antiretroviral) di sebagian besar negara-negara di dunia. Pada individu yang menjalani terapi ARV, penyebab kematian sekarang semakin dikaitkan dengan NCD (Non-Communicable Disease atau yang disebut dengan penyakit tidak menular yang merupakan suatu kondisi medis atau penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi sehingga penyakit tersebut tidak ditularkan atau disebarkan dari manusia ke manusia), kanker, HCV, serta faktor risiko terbesar adalah merokok dan penyalahgunaan alkohol.

Hal ini telah disampaikan di Konferensi AIDS Internasional 2018 melalui beberapa penelitian yang mengambil sampel individu pengguna ARV.

Sebuah penelitian di Kanada pada wanita yang mendokumentasikan penggunaan alkohol dan tembakau saat ini mengalami depresi yang bersifat independen, juga merupakan faktor risiko mortalitas yang kuat.

Sebuah penelitian di London termasuk pria dan wanita mengkonfirmasi penggunaan alkohol dan tembakau sebagai faktor risiko kematian yang signifikan. Makalah lain mencatat NCD, kanker, dan HCV sebagai penyumbang kematian terbesar pada pasien mereka yang stabil dalam ARV.

Merokok menyebabkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah, sehingga bukan saja meningkatkan risiko hipertensi, namun dapat mengembangkan penyakit lainnya di kemudian hari seperti stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung. Secara sederhana, kombinasi merokok dan hipertensi menyebabkan risiko lebih besar terkena berbagai penyakit yang sudah disebutkan di atas dibandingkan dengan orang yang memiliki hipertensi namun tidak merokok.

Sedangkan alkohol dapat mempersempit pembuluh darah jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan berulang. Lama-kelamaan, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ dalam lainnya yang tentunya meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Jadi, patuh ARV saja masih belum cukup, harus dibarengi dengan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit tidak menular yang berisiko pada ODHIV seperti hipertensi atau serang jantung. Kita memang tidak bisa selalu mencegah tekanan darah tinggi, tetapi kita dapat mengontrol faktor risiko hipertensi seperti rokok dan alkohol.

You may also like

8 Response Comments

  • Roida tiominar hotmah  5 October, 2019 at 06:08

    Konsultasi dokter&obat jd brp biayanya

    Reply
    • guebisa 19  9 October, 2019 at 16:14

      tergantung kebijakan masing masing layanan

      Reply
    • Nia  20 March, 2021 at 02:48

      Tepat hari ke7 adikku meninggal dunia karena ODHIV entah berapa lama dia mengidap penyakit ini terapi ARV pun blm ada sebulan. Semoga khusnul khotimah

      Reply
  • Imam subakri  19 June, 2020 at 06:43

    Saya baru dua bulan minum arv .gatal gatal kok muncul

    Reply
  • Je  16 February, 2021 at 20:55

    Malam dok mau tanya,, kemarin saya dpt resep inh tp saya gk nanya aturan minumnya ke dokter,jadi saya minum berbarengan dengan arv,,ternyata inh itu harus diminum pagi ya kalau kita minun arvnya malam,, jadi keesokan harinya saya jeda 2 jam minum inhnya sblm minum arv,, apa tidak knp2?apa seharusnya besoknya saya ganti pagi?

    Reply
  • Anonim  6 March, 2021 at 09:28

    Sy sudah hampir 3 bulan minum arv.
    Selalu datang sakit yg lain. Asam lambung,malaria,dan awal sy tau kena hiv pas sakit bronkhitis, dan pneumonia. Dr rs inisiatif cek hiv sy. Syok tentunya punya anak 3 masih kecil2. Sampai saat ini masih sering sakit2an. BB sampe turun 9 kg. Mohon solusi dong???

    Reply
  • Sandy  18 September, 2021 at 22:31

    Dok saya mulai terapi arv baru 5 hari saya punya gangguan tidur efej arv nya
    Boleh nggak minum chamomile hangat

    Reply
    • GueBisa  20 September, 2021 at 15:00

      boleh kok, jeda 2 jam ya

      Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.