Beberapa waktu lalu, banyak pertanyaan dari teman-teman komunitas terkait obat bernama isoniazid (INH) yang pada kebanyakan dari mereka masih belum mendapatkan informasi yang cukup. Beberapa orang sudah mendapatkan obatnya tapi masih bingung sebenarnya tujuan pemberian obat ini untuk apa; mungkin pada waktu dokternya menjelaskan belum bisa dipahami.

Tuberkulosis (TB) dan HIV adalah ‘sahabat baik.’ Infeksi oportunistik terbanyak pada ODHIV adalah TB. Risiko tertular TB dan morbiditas TB meningkat pada ODHIV. Jadi tujuan dokter memberikan obat isoniazid INH adalah untuk mengurangi beban TB pada ODHIV. Bagaimana caranya?

Sekitar 50-60% orang yang tinggal dengan pasien TB paru dengan BTA dahak positif, akan terinfeksi TB juga. Kira-kira 10% dari jumlah tersebut akan mengalami sakit TB.

Infeksi TB pada orang dengan sistem imun tubuh yang lemah berisiko tinggi menjadi TB berat (misalnya TB meningitis atau TB milier) sehingga diperlukan pemberian profilaksis untuk mencegah terjadinya sakit TB. Isoniazid dapat diberikan untuk Pencegahan ODHIV dengan TB laten ataupun kondisi sehat.

Dalam rangka mencegah meningkatnya prevalensi TB pada ODHIV, sesuai ISTC (International Standard for Tuberculosis Care), semua ODHIV yang setelah dievaluasi dengan seksama tidak mengidap TB aktif, dan ODHIV yang memiliki kontak erat dengan pasien TB harus diobati sebagai infeksi TB laten dengan INH 300mg/hari selama 6 bulan. Isoniazid dosis 300 mg untuk PP INH diberikan setiap hari selama 6 bulan (total 180 dosis). Vitamin B6 diberikan dengan dosis 25 mg perhari atau 50 mg selang sehari atau 2 hari sekali untuk mengurangi efek samping INH.

Pemantauan pengobatan PP INH ini dilakukan selama dan setelah pemberian PP-INH dengan tujuan untuk memastikan kepatuhan ODHIV dan mengetahui efek samping secara dini. Pemantauan dilakukan setiap kunjungan selama 6 bulan pengobatan. Efek proteksi dari pemberian PP-INH bertahan sampai dengan 3 tahun, sehingga pemberian PP INH ulang dapat dilakukan setelah 3 tahun.

PP-INH diberikan pada:

  1. ODHIV yang tidak memiliki TB aktif, baik ODHIV dengan/tanpa riwayat pemberian OAT sebelumnya;
  2. ODHIV yang baru menyelesaikan pengobatan TBnya dan dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap.

PP-INH tidak boleh diberikan kepada:

  1. TB aktif (jadi tidak boleh INH doang diberikan pada pasien TB aktif);
  2. Klinis yang mengindikasikan adanya gangguan fungsi hati;
  3. Neuropati perifer berat;
  4. Riwayat alergi INH;
  5. Riwayat resistan INH.

Jadi teman-teman yang disarankan oleh dokternya masing-masing untuk menjalani profilaksis isoniazid ini jangan ragu dan jangan bimbang yaa. Silakan ikuti semua arahan dokter, dan jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter kalian jika masih ada pertanyaan terkait, termasuk tentang keluhan-keluhan selama terapi. Namun, jika melihat dari kacamata komunitas (ODHIV), menambah konsumsi obat lagi dengan waktu yang cukup lama tentu bukanlah sesuatu yang mudah, jadi silakan putuskan dengan bijak. Salam Sehat.

 

 

You may also like

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.